Curly Sue

Unik, begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan menu-menu andalan Curly Sue. Pasalnya, outlet makanan yang berlokasi di Kuningan Village ini mencoba memasukkan unsur hidangan Asia ke dalam hidangan Barat, pun demikian sebaliknya. Hasil dari percampuran kedua hidangan ini adalah sensasi rasa masakan yang berbeda dengan yang sebelumnya pernah kita rasakan.
Menurut Marketing & Communication Kuningan Village Rafaela Maria Sandra, belakangan ini konsep makanan fusion ini cenderung digandrungi oleh para pencinta kuliner.

”Soalnya makanan fusi punya keunikan sendiri, jadi lidah Asia bisa masuk dan lidah barat pun juga welcome,” papar Rafaela.

Curly Sue mengangkat konsep makanan healthy gourmet yang cepat saji dengan bahan-bahan makanan terpilih yang segar dan kebanyakan impor. Kelebihan lain, seluruh masakan yang disajikan dijamin bebas MSG.

Menu fusi bisa dilihat dari hidangan pastanya. Pasta yang merupakan kuliner asli Italia dipadukan dengan saus khas Asia seperti Japanese currydan tom yum. Di setiap sajian pasta ditaburi dengan keripik Curly pasta yang garing dan berbumbu. Ini adalah pasta fussili yang digoreng hingga kering. Sebelum bersantap, Anda bisa memulainya dengan oriental chicken salad, atau spicy chicken wings.

Ada pula Calamari fritti .Cumi yang sudah dipotong kecil-kecil ini memang cocok untuk menu penyapa selera. Dagingnya kering dan cukup garing. Cumi ini pas disantap dengan salad yang juga disajikan bersama calamari. Coba cocol cumi dengan saus sambal agar rasanya lebih oke.

Untuk menu utama ada banyak pilihan piza. Piza yang disajikan merupakan homemade tradisional piza yang tipis dan garing. Di atasnya ditaburi saus Italia khas Curly Sue dengan keju tambahan. Koleksi piza yang dimiliki di antaranya Meat the Curly, fillet of beef, koo koo roo, curly sue special, dan margherita, serta the big cheese.

Meat the curly merupakan piza yang wajib coba punya. Setiap piza yang dipesan disajikan di sebuah loyang besi kecil yang di bawahnya diberi lilin. Jadi, seakan-akan piza diletakkan di atas tungku pemanas.

”Sebenarnya piza tradisional ya seperti ini, disajikan dengan tungku agar piza tetap hangat ketika dimakan,” kata Chef Curly Sue Iwan Ernawan.

Benar saja, piza masih tetap hangat meski agak lama didiamkan. Meat the curly ini topping-nya kaya sosis, jamur shitake, paprika hijau, daging asap, dan salami. Agar lebih nikmat, Anda bisa meminta keju tambahan. Namun tidak ada saus sambal di sini karena memang piza yang asli tidak dinikmati dengan saus sambal, melainkan cabai kering. Bentuknya boleh berbeda, tetapi pedasnya tetap saja sama.

Untuk bersantai, fried dory layak dicoba. Sebagai teman menyantap ikan dory ini, disajikan mix veggie, salad, kentang, nasi, atau pasta, yang dapat dipilih sesuai selera. Untuk makan siang nasi atau pasta cocoknya. Sedangkan kala bersantai, baiknya pilih kentang atau salad.